Beda Islam dengan Demokrasi

Bisakah Islam bertemu dengan demokrasi barat?  Apakah mereka sejalan? Atau apakah demokrasi barat mengambil konsep dari Islam? Atau sebaliknya Islam mengambil nilai nilai demokrasi yang telah berkembang di Yunani? Atau konsep nilai Islam telah berubah karena zaman sudah berubah pula, dan karena saat ini penduduk dunia semakin banyak hingga dibutuhkanlah sebuah sistem yang berguna untuk menyederhanakan dalam sistem pemerintahan, makanya kaum muslim bersedia menerima konsep demokrasi barat sebagai jalan keluar yang modern?

Ada satu pertanyaan yang membuat berfikir berkal- kali, kenapa barat (Amerika dan sekutunya) selalu mengirimkan pasukan perangnya bila ada suatu negara menolak sistem demokrasi barat? Dan kenapa Amerika dan sekutunya tidak merasa perlu  mengirimkan pasukan senjata perangnya bila suatu negara muslim sudah mengadopsi sistem demokrasi barat dalam pemerintahannya? Apakah demokrasi itu merupakan cara hidup kaum barat? Dan bila ada Negara muslim memakai sistem tersebut , kaum barat sudah merasakan negara muslim demokrasi tersebut sudah satu millah / din yang sama dengan mereka? Jadi tidak perlu berperang?

Beribu ribu pertanyaan yang terngiang…

Berikut disampaikan beberapa analisis pemikir Islam, semoga hal hal tersebut terurai sedikit demi sedikit kenapa kita harus selalu memegang harta termahal kita yaitu Islam.

Abul Ala Maududi dalam bukunya Human Right in Islam, terbitan The Islamic Foundation, London, menjelaskan perbedaan mendasar antar keduanya, Islam dan demokrasi barat. Dan ternyata tidak terdapat irisan dan titik singgung antar kedua sistem tersebut.

Singkatnya, tidak ada penyandingan yang layak antar kedua sistem tersebut, tidak ada Islam demokrasi.

Demokrasi barat didasarkan atas kedaulatan rakyat. Sedang Islam, kedaulatan hanya ada di tangan Allah, dan manusia/masyarakat hanyalah khalifah khalifah atau wakil wakilnya.

Demokrasi barat, masyarakatlah yang membuat hukum-hukum mereka sendiri. Sedang Islam, masyarakatnya harus tunduk pada hukum-hukum Allah (syariat Allah) yang diberikan-Nya melalui rasul-Nya.

Demokrasi barat, pemerintah memenuhi apapun kehendak rakyat. Sedang Islam, pemerintah dan rakyat yang membentuk pemerintahan, kedua-duanya harus memenuhi kehendak dan tujuan Allah.

Demokrasi Barat adalah semacam wewenang mutlak yang menjalankan kekuasaan kekuasaannya dengan cara bebas dan tidak terkontrol . Sedang Islam,  adalah kepatuhan kepada hukum Allah, dan melaksanakan wewenangnya sesuai dengan perintah perintah Allah dan dalam batas batas yang telah digariskan oleh-Nya.

Sebagai melengkapi pemahaman demokrasi barat, menurut Muhammad Assad, dalam bukunya Minhaj Al Islam fi al Hukumi, konsep demokrasi asli yang dimiliki oleh bangsa Yunani, Negara penemu sistem demokrasi berawal. Bagi bangsa  Yunani (kuno), istilah pemerintahan dari rakyat untuk rakyat , yang merupakan inti dari demokrasi, dimaksudkan sebagai suatu pemerintahan oligarchis , suatu pemerintahan yang dipegang oleh elite tertentu yang tidak mencakup seluruh rakyat. Di dalam negara-negara yang pernah ada pada masa mereka, istilah rakyat berarti warga negara sejati yang merupakan penduduk yang dilahirkan secara merdeka yang lazimnya jumlahnya tidak lebih dari seper-sepuluh jumlah penduduk yang ada. Sedangkan sisanya  yang sembilan puluh persen itu terdiri dari budak-budak dan hamba sahaya yang tidak diberi kesempatan melakukan aktifitas apapun selain pekerjaan-pekerjaan fisik yang kasar, dan mereka , sekalipun tetap diwajibkan berpartisipasi dalam pertahanan negara, sama sekali tidak diberi hak dalam hal kewarga negaraan. Hanya warga negara sejati itu (yang hanya 10%) sajalah yang memegang hak kebebasan aktif maupun pasif, yang dengan demikian seluruh kekuasaan politik berpusat sepenuhnya di tangan mereka.

Sebuah sistem yang katanya menuntut persamaan , hak asasi manusia , tapi nyatanya persamaan dan hak asasi manusia itu semu dan hanya berlaku bagi warga negara khusus antara mereka saja. Sistem  yang berlaku bila hanya kelompok yang mereka setujui saja yang memenangi pemilihan umum, dan tidak berlaku bila kelompok Islam yang memenangi pemilihan rakyat , lihatlah FIS di Aljazair, Lihatlah Hamas di palestina. Sistem demokrasi adalah sebuah sistem jadi jadian mereka, jebakan politik, sistem yang menuruti sekehendak hawa nafsu dan syahwat kelompok borjuis saja, dan tidak berlaku bagi yang mereka anggap sebagai musuh bersama mereka.

Semoga keterangan ini menjadi jelas adanya, dan di saat kehidupan akhir zaman ini, kedua sistem tersebut mengemuka dan menjadi pilihan bagi umat, nah sekarang kembali kepada anda, dalam kedua sistem tersebut, kembali ke anda sebagai manusia dan hamba Allah, yang kelak semua hal yang kita lakukan didunia ini akan diminta pertanggung jawaban di akherat kelak, so , mana yang anda yakini dan berniat berusaha untuk meninggikannya?

Sumber: http://eramuslim.com

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: