Waspadai Penanaman Sistem Sekuler

Sudah puluhan tahun yang lalu Kaum intelektual Islam di Indonesia  digunakan sebagai alat propaganda Kapitalis Amerika Serikat, baik sadar maupun tidak sadar. AS sangat getol memberikan beasiswa kepada pelajar-pelajar ataupun mahasiswa-mahasiswa tersebut. Tentu saja pemberiaan beasiswa ini, bukan tanpa alasan atau sekedar belas kasihan. Pemerintah AS sangat sadar bahwa para pelajar/mahasiwa yang sudah dibina oleh mereka akan menjadi corong-corong propaganda kepentingan Amerika di negara asal mereka masing-masing.

Merekapun sangat jeli memilih siapa pelajar yang mereka beri beasiswa untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Mereka itu biasanya adalah para aktivitis, pelajar-pelajar yang cerdas dan unggul namun lemah secara iman/ideologi, atau dari organisasi etnis atau agama yang berpengaruh di sebuah negara.

Tidak mengherankan, untuk Indonesia, beasiswa luar negeri sering diberikan kepada pelajar-pelajar dari organisasi Islam yang besar di Indonesia. Tentu saja mereka berharap, para pelajar yang bisa dipengaruhi akan menjadi corong mereka dengan legetimasi yang kuat, yakni dari organisasi Islam yang besar di Indonesia. Meskipun tidak semua kemudian ‘berhasil’ mereka jadikan corong.

Tentang program ini, Holsty menulis : program  propaganda Amerika Serikat telah berhasil memperkuat sikap pro-Amerika pada segmen-segmen tertentu penduduk asing, termasuk elit ekonomi, kebudayaan, dan politik utama. Orang-orang yang cendrung ke AS telah mengunjungi perpustakaan ICA (Badan Komunikasi Internasional), mengikuti kursus bahasa Inggris gratis atau menikmati berbagai acara rekreasi dan pendidikan yang ditawarkan oleh badan itu. (Holsty, Politik Internasional : Kerangka Untuk Analisis, hlm 223).

Oleh karena itu tidak heran bila belakangan ini Dunia Islam saat ini dipenuhi oleh intelektual-intelektual pengkhianat umat ini. Mereka menyebarkan ide-ide Kapitalis seperti sekulerisme, demokrasi, individualisme, hak asasi manusia, pluralisme. Mereka juga menjadi pembela sejati ‘yang dibiayai’ oleh pemerintah Kapitalis. Tujuan adalah jelas merusak aqidah umat dan menjauhkan umat dari syariah Islam. Dua perkara ini, aqidah dan syariah Islam, memang menjadi sumber kekuatan umat Islam yang utama. Sekaligus mereka berhasil melanggengkan penjajahan Kapitalisme Barat terhadap dunia Islam.

Lihat saja bagaimana alumnus-alumnus universitas Barat ‘pengkhianat umat’, membela habis-habisan kebijakan ekonomi kapitalis di Indonesia, membela IMF dan Bank Dunia. Mulut mereka juga berbusa-busa membela privatisasi, penghapusan hutang konglomerat, pencabutan subsidi, mengikuti arahan Tuan Kapitalis mereka. Mereka , tidak mau tahu, bagaimana penderitaan rakyat yang semakin terpuruk , akibat diterapkan sistem ekonomi Kapitalis tersebut.

Perhatikan pula pengusung ide libelisme yang ingin menghancurkan aqidah umat dan syariah Islam. Mereka getol menyerukan ‘dialog antar umat beragama’ untuk menyatakan semua agama itu sama. Sekulerisme juga ajarkan kepada umat Islam, dengan mengatakan Islam itu adalah masalah individual, tidak ada hubungannya dengan masalah publik seperti ekonomi, politik, dan tidak ada urusannya dengan negara.

Seruan-seruan mereka ini kemudian melanggengkan sistem sekulerisme di dunia Islam, yang berarti melanggengkan penjajahan kapitalis Barat. Karena lewat penerapan sistem sekuler inilah penjajah menanamkan dan melestarikan penjajahannya. Pentingnya penanaman sistem sekuler ini terlihat dari kata-kata Direktur CIA, Goerge Tenet : ”Adalah merupakan strategi yang wajib untuk mendukung demokrasi dan reformasi diantara bangsa-bangsa muslim. Kalau tidak mereka akan lebih tertarik kepada Al Qaeda dan kelompok terorisme lainnya”.

Sumber: http://www.suara-media.com

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: