The Deutsch Devils

Rabbi Marvin Antelman memang benar. Marilah kita kembali ke tahun 1974, ketika dia mengidentifikasikan semua sumber kejahatan dalam melawan Yahudi dan kemanusiaan pada umumnya, namun pesan serta gayanya memang tidak gampang untuk dicerna setiap orang, akan tetapi mudah bagi seseorang yang mempunyai pemahaman mengenai anti-semitisme. Apakah terutama yang menjadi kekurangannya adalah sebagian besar karena kesederhanaannya, sebuah gejala umum kesalahan dari dekade seorang pemikir terdahulu kedalam pemikiran yang kontemporer. Apa yang dia perlukan adalah seseorang yang dapat menyisipkan sebuah CliffsNotes (sebuah rangkaian petunjuk studi mahasiswa, khususnya di Amerika Serikat) untuk menyederhanakan penjelasan tesisnya…dan seseorang yang tanpa ada niat buruk baru saja melakukannya.

Judul bukunya adalah “50 Jewish Messiahs oleh Jerry Rabow (Gefen Publishing, Jerusalem). Buku yang informatif akan tetapi kurang tajam tinjauannya persis seperti judul bukunya, tetapi dalam buku tersebut terdapat kupasan penting. Kita mulai dengan Bab 17, tentang “messiah yang paling merusak orang Yahudi,” yaitu Shabbatai Zvi. Pertama kita akan membaca buku Rabow kemudian menambahkan komentar membuka hasil karya Rabbi Antelman keseluruh dunia.

hal 91 – Shabbatai Zvi dilahirkan di Smyrna, Turki bertempat di 9th Av, 1626. Hari Kesembilan Av adalah hari yang merupakan sebuah hari triple tragedi untuk bangsa Yahudi. Menurut tradisi, First Temple, the Second Temple dan benteng Bar Kokhba Betar semuanya jatuh pada hari ini.

hal 93 – Shabbatai Zvi mengubah perayaan suci dan melanggar larangan berkenaan dengan aturan makan. Semuanya ini mengikuti deklarasinya bahwa aturan-aturan yang biasanya dilaksanakan sudah tidak sesuai lagi pada zaman turunnya mesiah.

hal 95 – Shabbatai Zvi mengumumkan bahwa datangnya era messianic berarti bahwa perintah-perintah yang termaktub di dalam kitab Bibel tidak lagi mengikat. Dia memproklamirkan bahwa Tuhan saat ini mengizinkan dilakukannya segala sesuatu tanpa larangan alias permisif.

** Hal tersebut di atas adalah merupakan pernyataan sentral Rabbi Antelman; Shabbataisme adalah kebalikan dari kutub agama Yahudi. Program Shabatai Zvi adalah menghancurkan seluruh ajaran Taurat dan menggantikan dengan ajarannya yang bertolak-belakang. Secara luar biasa, lebih dari setengah bangsa Yahudi di seluruh dunia pada waktu itu mempercayainya apa yang diungkapkannya sebagai cerminan dari messiah yang dijanjikan kepada mereka: **

hal 101 – Kemudian Shabbatai Zvi mengumumkan berakhirnya penantian masyarakat Yahudi yang menunggu kedatangan Messiah yang sudah berlangsung k.l. 1600 tahunan – dia akan memulai melakukan Penebusan Dosa pada hari kelima belas bulan Sivan, 18 Juni tahun 1666.

** Banyak orang yang akan mengenali arti daripada  tanggal tersebut. Juni adalah bulan ke-enam, 18 dibagi tiga adalah 6+6+6 dan cukup  jelas 1666. Apakah dia mengetahui  apa yang dilakukannya atau nubuwatan mengenai kemunculan seorang messiah palsu pengikut setan atau  anti-Kristus, memang benar adanya dan Shabbatai Zvi adalah orangnya. **

hal 110 – Shabbatai meneruskan  mengeluarkan proklamasi mengenai perubahan teologis yang ditempa dengan kedatangan zaman messiah. Do’a baru Shabbatai adalah , “Pujian kepada-Nya yang mengizinkan semua yang terlarang.” Sejak segala sesuatu diizinkan di era messiah ini, Shabbatai mengumumkan bahwa banyak larangan-larangan  yang dimuat di dalam Taurat tidak bisa diterapkan lagi . Dia menghapuskan hukum mengenai hubungan seksual. Dia secepatnya mengumumkan bahwa keseluruhan jenis dosa utama yang berjumlah tigapuluh enam di dalam kitab Injil sekarang tidak berlaku lagi, ia memerintahkan kepada beberapa orang pengikutnya, bahwa merupakan kewajiban mereka untuk melaksanakan perbutan yang sebelumnya dilarang dalam rangka untuk mempercepat Penyelamatan.

hal 112 – Dalam rangka untuk mengadakan Reformasi, Shabbatai terjun ke dunia Muslim untuk mengumpulkan fragmen yang tersebar dari cahaya penciptaan yang tersembunyi, dan menemukan realitas eksternal serta kenyataan ruhani. Nathan mentransformasikan Shabbatainisme ke dalam sebuah teologi yang paradoks. Segera setelah para pengikutnya menerima konsep yang paradoks tersebut, mereka dapat terus mempercayai Shabbatai Zvi…Sekelompok pengikut inti menerima penjelasan  Nathan dan tetap mempercayai bahwa Shabbatai adalah messiah.

** Para pengikut-pengikut Shabatai melanjutkan kehidupan berkelompok mereka di dalam sekte Yahudi  Donmeh Turki, yang aktivitas-aktivitasnya berlanjut sampai dengan hari ini,  sebagaimana dilaporkan secara ekstensif dalam tahun ini, bahkan oleh the Jerusalem Post.  Salah seorang dari para pengikut Donmeh bernama Jacob Frank, yang mentransformasikan ajaran Shabbatai Zvi di Eropa dan ke seluruh dunia ke dalam sebuah neraka Shabbataian, setidaknya setelah satu abad kemudian.

hal 121 – Donmeh sekarang merubah Shabbatai Purim ke dalam sebuah pesta pora seks gila-gilaan tahunan, saat dimana para anggotanya saling tukar-menukar pasangan dalam  sebuah upacara yang disebutnya “memadamkan cahaya – extinguishing the lights.” Donmeh membenarkan pesta pora gila-gilaan Purim mereka, dan mereka secara reguler melaksanakan pesta saling tukar menukar pasangan istri  serta melaksanakan aktivitas-aktivitas seksual  lainnya, dengan cara mengutip sesuatu yang dapat dijadikan teladan dari kitab Bibel, menurut anggapan mereka.

hal 123 – Meskipun Jacob Frank (1726-1791) dilahirkan lima puluh tahun setelah kematian Shabbatai Zvi, dia memang layak untuk dianggap sebagai pengganti  Shabbatai.

hal 125 – pengikut-pengikut Frank meminta perlindungan untuk dapat melaksanakan ajaran-ajaran Shabbatai Zvi dengan menjelaskan bahwa ajaran mereka bukanlah agama Yahudi, melainkan, “anti-Talmudist.”..Uskup mengumumkan bahwa Pengikut-pengikut Frank, yang “anti-Talmudists”, berhak untuk melaksanakan ajaran agama mereka, dan memerintahkan semua salinan  Talmud di dalam daerah keuskupannya disita dan dibakar. Sekarang di bawah perlindungan kerajaan, pengikut-pengikut Frank yang memujanya memberikan donasi yang sangat besar terhadap gerakannya.

hal 127 – Jacob Frank memperluas ajaran paradoks Shabbati Zvi bahwa dengan datangnya zaman messianic mengakibatkannya ditransformasikan larangan seksual  kitab Bibel menjadi diizinkan dan bahkan merupakan sebuah kewajiban. Menurut Frank, melibatkan diri dalam pesta pora seksual saat ini menjadi cara untuk mensucikan jiwa dari dosa. Pesta-pora seksual menjadi sebuah terapi…Frank meyakinkan para pengikutnya bahwa hanya  satu-satunya cara untuk mempertahankan bentuk khusus agama Yahudi, yaitu ajaran Shabbatai Zvi adalah dengan cara memeluk agama Kristen, namun hanya lahiriahnya saja, sebagaimana dilakukan oleh kelompok Yahudi Donmeh yang telah masuk ke dalam dunia Islam.

…Dalam bulan Pebruari tahun 1759, para pengikut Frank  menyatakan kepada Gereja bahwa mereka siap untuk dibaptis…kemudian pengikut-pengikut Frank menjanjikan  akan mengirim 5000 orang lainnya berasal dari Polandia, Moravia, Hongaria dan Turki untuk dibaptis menjadi pemeluk agama Kristen.

hal 130 – The Frankists (pengikut-pengikut Frank) juga terlibat dalam intrik politik internasional, dengan cara mengirimkan utusan rahasia yang dikirim kepada pemerintah Russia serta Gereja Ketimuran Orthodox dan menawarkan untuk membantu dalam menjatuhkan pemerintah Polandia serta Gereja agama Katholik … Sejak tahun 1786, sementara Frank mengalami kekurangan finansial, ia memindahkan gerakannya  ke Offenbach, sebuah kota di dekat Frankfurt. Disana permasalahan keuangan Frank terpecahkan. Sumber kekayaan yang sangat besar yang diperoleh Frank tidak jelas darimana sumbernya.  Mungkin Dia menggunakan gerakannya dengan cara mengirimkan utusan-utusannya secara diam-diam dan rahasia dan secara tetap terlibat dalam huru-hara politik di Austria-Hungary, Turki dan Balkans.

** Dan bagaimana kita mencapai kedalaman final dari pemahaman Rabow serta membiarkan Rabbi Antelman untuk mengambil alihnya. **

Frankfurt pada waktu itu merupakan kantor pusat Jesuit, Adam Weishaupt, pendiri Illuminati, demikian pula raja finansial Rothschild Brothers’. Hal ini penting untuk diulang: Frankfurt merupakan tempat kelahiran Illuminati maupun kekaisaran Rothschild. Ketika Jacob Frank memasuki kota, aliansi antara keduanya telah dimulai. Weishaupt menyediakan sumber-sumber daya berkenaan dengan perseketun rahasia dari Ordo Jesuit, sementara Rothschilds menyokong dana keuangannya. Apa yang hilang adalah cara-cara untuk untuk menyebarkan agenda  Illuminati dan oleh karena itu  mereka perlu untuk mengikutsertakan para pengikut Frank ke dalam jaringan mereka sebagai agen yang disusupkan kedalam dunia Kristen serta dunia Islam.

Jacob Frank segera menjadi kaya karena pemberian hadiah yang  banyak oleh Rothschilds dari Frankfurt. Untuk hal ini jelas dan tidak ada penjelasan lain.

Dan dari titik awal ini, Rabbi Antelman memberikan kepada kita sebuah cetak-biru mereka dalam memerangi agama Yahudi dan semua unsurnya yang baik, dan tentu saja melawan terhadap kemanusiaan termasuk semua warisan moralnya.  Sebuah gerakan yang sepenuhnya dikendalikan oleh Setan saat ini sedang merambah untuk menguasai dunia. Tujuan dari Jesuit adalah membinasakan Reformasi Protestan yang  mendorongnya ke arah dikembalikannya kekuasaan seorang Paus sebagai hakim umat manusia. Tujuan daripada keluarga Rothschilds adalah mengendalikan seluruh kekayaan planet bumi. Sedangkan visi para pengikut Frank (Frankists) adalah merusak etika Yahudi dan untuk diggantikan oleh sebuah agama yang berdasarkan atas kebalikan yang diperintahkan Tuhan. Ketika fraksi ini bersatu, terjadilah peningkatan peperangan berdarah atas umat manusia dengan Yahudi berada di garis terdepan yang saat ini sedang mencapai puncaknya.

Rabbi Antelman melacak cara-cara yang dilakukan oleh pelaku kegilaan ini di seluruh dunia.  Pada tahun 1770-an, Illuminati terbongkar rahasianya dan dilarang di Jerman kemudian di seluruh Eropa. Kemudian Weishaupt membuat sebuah perubahan strategis untuk menyebarkan idenya ke dunia internasional, hasilnya mengejutkan. Dia menginfiltrasikan para agennya menyusup ke dalam loji-loji Freemasonic di Inggris serta Scotland, Ia berhasil mengubah ajaran tertinggi Freemason untuk kepentingan Illuminati yang dipimpinnya, hingga setiap loji disetiap negara menerima Illuminati.  Dengan demikian saat itu Illuminati mempunyai dua pusat kegiatannya,, yaitu di Jerman dan di Inggris. Karl Marx dan Frederick Engels, dua orang Yahudi murtad yang  disusupkan dari Jerman ke London untuk menyebarkan kebusukan komunisme. Tidak lama setelah tugas Marx dan Engels dilaksanakan, Rothschilds mengirimkan agen-agennya, yaitu John Jacob Astor dan Jacob Schiff dari Jerman ke Amerika. Mereka juga membiayai Baron si perampok seperti Rockefeller dan Morgan, yang pada tahun 1922 mendirikan the Council On Foreign Relations, dengan tujuan untuk merobohkan konstitusi Amerika dan merubah diplomasi untuk kepentingan negara menjadi untuk kepentingan Illuminatisme.

PEPERANGAN SEBENARNYA MELAWAN YAHUDI DAN KEMANUSIAAN

Pada tahun 1932, berapa banyak organisasi di Jerman yang merepresentasikan Yahudi Jerman? Lebih dari 250. Pada tahun 1933, berapa banyak? Satu, dan hanya satu saja; Zionisme Buruh – Labour Zionism. Kita kembali kepada yang signifikan.

Pertama, Rabbi Antelman melanjutkan ceriteranya. Untuk merusak Yahudi, pada mulanya Frankists mengadopsi sejenis kebijakan yang ramah. Dengan uang Rothschild dan tenaga Jesuit, apa yang disebutnya dengan Enlightenment – Pencerahan yang inisiasinya dilakukan oleh orang Yahudi Jerman yang murtad bernama Musa Mendelsohn. Napolean dibiayai untuk membebaskan Yahudi dimanapun dia melakukan penaklukkan dan dari Jerman, Reformasi dan pergerakan Conservative dibiayai untuk meneruskan melemahkan “keyakinan” serta untuk memperkenalkan konsep yang sepenuhnya asing ke dalam kelompok mereka. Tetapi langkah tersebut  berjalan tidak cukup cepat. Yahudi yang membangkang yang tidak mau bekerjasama dengan pengikut Setan, mereka yang melaksanakan ajaran moral Taurat  harus disingkirkan untuk selamanya dan hanya mereka yang mengikuti ajaran Shabbatainism yang akan dipertahankan untuk tetap hidup.

Dalam masa sejarah Yahudi Eropa yang berlangsung selama kurun waktu 2000 tahunan telah terjadi pembunuhan berencana, Perang salib dan Inquisi, yang disebut belakangan dibantu dan bersekongkol dengan Jesuit. Tetapi bila dibandingkan dengan apa yang terjadi dari tahun 1880-an dan seterusnya, kehidupan orang Yahudi menyenangkan. Titik balik final dalam memerangi Yahudi adalah dengan didirikannya Zionisme oleh pengikut Shabbataian. Tujuan akhir dari pergerakan ini adalah mendirikan sebuah negara Shabbataian di wilayah daratan bersejarah orang Yahudi, dengan begitu Shabbataian memanfaatkan agama Yahudi untuk tujuan mereka selama-lamanya.

Untuk menggerakkan ide Shabbataian, kehidupan orang Yahudi Eropa harus dibuat sengsara, dan mereka dirancang untuk melarikan diri ke Palestina, dimana hal ini nampak seperti pilihan yang terbaik. Pembunuhan berencana Cossack – Cossack Pogroms – merupakan tembakan pertama mereka dalam kampanye ini dan untuk korban mereka, Yahudi Eropa. Frankists bekerjasama dengan Jesuits dan menggunakan pengaruh mereka atas Gereja agama Katholik. Jesuits telah banyak melakukan penyebarkan ajaran komunis, dimulai dengan komune feodal Jesuit di Amerika Selatan, dan sekarang mereka menginginkan untuk menghukum orang-orang yang anti-papists – anti Katholik Eropa dan dimasukan ke dalam penjara komunal. Kesepakatannya sederhana: Jesuits menyediakan pembunuh berencana, Frankists orang-orang kommunis. Dan tentu saja Rothschilds yang akan menyediakan moolah.

Ketika rencana tersebut benar terjadi, tulisan intelektual Jerman muncul ke permukaan. Di Wina pada tahun 1885 seorang wartawan bernama Natan Birnbaum mulai menanamkan dengan sukses benih Zionisme yang tumbuh dengan cepatnya.  Ia diikuti oleh penulis Wina lainnya seperti Peretz Smoleskin yang memberikan lebih banyak justifikasi intelektual untuk kembali ke sebuah wilayah yang aman di  Israel. Namun apakah karena penulis-penulis tersebut di atas tidak mempunyai karisma, hingga terpilih seorang penulis Wina lainnya yaitu  Theodore Herzl. Dialah yang mampu mengumpulkan massa dan terpilih sebagai juru bicara dan sebagai simbol pergerekan.

Baca riwayat hidup Herzl yang sebenarnya dan kebingungan yang sama akan muncul.   Herzl mengklaim menulis buku Judenstaat pada musim panas di Paris. Tetapi Herzl tidak berada di Paris ketika dia mengatakan menulis buku Zionisme yang paling berpengaruh itu. Buku tersebut ditulis seseorang untuk atas nama Herzl. Barang siapa yang membaca peran sandiwara seram Herzl harus meragukan mengenai beralihnya dengan mendadak dari penulisan yang bersifat kesusasteraan ke dalam politik.

Pada tahun 1901 Herzl muncul di Inggris namun dia tidak diperlakukan dengan baik. Kita diceriterakan bahwa Herzl menyokong opsi lain, yaitu menciptakan sebuah tempat kudus untuk orang Yahudi di wilayah Afrika Timur yang dikontrol Inggris.  Jika ide tersebut dimengerti, maka akan menetralkan rencana permainan para pengikut Shabbatai.  Tidak lama setelah itu, kemudian Herzl mati dan tidak ada sebuah riwayat hidupnya yang menjelaskan bagaimana sesungguhnya Herzl mati.  Dia dirawat di sebuah sanotarium di Paris dalam kondisi yang tidak diketahui dengan jelas dan tidak pernah muncul kembali setelah itu.  Hal ini benar-benar menguntungkan Freemasons Inggris untuk memenuhi tawaran para pengikut Shabbatai untuk  menggantikan Herzl dengan orang mereka sendiri, yaitu seorang Yahudi Jerman berpendidikan bernama Chaim Weizmann. Pada waktu itu diciptakan sebuah legenda cockamamie – yang menggelikan –  dan menyertakan deklarasi Balfour dalam rangka mendirikan sebuah tanah air Yahudi di Palestina.  Dikatakannya bahwa ini merupakan sebuah penghargaan untuk Weizmann yang telah menemukan sebuah cara membuat aseton untuk bahan peledak dari cat kering. Namun tidak ada satu ledakan pun dalam Perang Dunia Pertama  berasal dari proses ajaib ini. Tetapi Inggris-lah yang berusaha keras mengambil wilayah Palestina dari Turki serta menunjuk pemimpinnya dari Shabbataian untuk memimpin negara Shabbataian yang akan dibentuknya.

Sewaktu berlangsungnya perang,  Weizmann dan Balfour mengadakan pertemuan di London dan mereka menghadapi masalah mengenai orang yang telah tinggal di Palestina, dimana sebagian besar dari mereka adalah Yahudi yang religius, yang merupakan mayoritas seperti di pusat  kota utama Jerusalem, Sfat dan Tiberius. Mitos mengenai penduduk asli Palestina Arab dipungkiri oleh sejumlah laporan yang ditulis oleh penulis berbakat yang berkunjung ke Palestina seperti  Twain dan Balzac, dimana mereka secara teliti mencatat kekurangan-kekurangan orang Arab di wilayah tersebut selama abad ke-19. Kemudian sukses ekonomi dari perusahaan yang baru telah menarik perhatian ratusan ribu orang Arab sampai sejauh Iraq untuk berimigrasi ke wilayah tersebut yang konsekuensinya disadari betul oleh Illuminati.

Dalam rangka menetralkan Yahudi religius, karena banyak di antara mereka yang sudah menetap di wilayah Palestina sejak zaman dahulu, Balfour dan Weizmann melantik Rabbi Avraham Kook untuk bergabung dan setelah perang berakhir, dia ditunjuk sebagai Kepala Rabbi pertama perusahaan, sementara Weizmann sebagai pemimpin pertama Jewish  Agency. Kook melanjutkan membuka tanah Yahudi Orthodox di ‘real estate’ mereka serta hak politiknya, sementara memperkenalkan sebuah konsep baru ke dalam agama Yahudi; pemurnian penebusan wilayah. Filosofinya berbasiskan kepada kebenaran sejarah, namun pengikut-pengikutnya tidak memahami bagaimana dia serta mereka sedang melakukan permainan yang mengerikan dari Shabbataian.

Tahap pertama sudah selesai.  Rabbi Antelman membuktikan bahwa President Amerika Woodrow Wilson secara menyeluruh dirusak oleh Frankists melalui agen mereka Colonel House. Adalah Wilson yang mengakhiri kebijakan imigrasi terbuka Amerika.  Waktu itu walaupun semua orang Yahudi putus-asa, sebagian besar Yahudi Eropa Timur  menolak Palestina sebagai sebuah rute jalan keluar, mayoritas mereka memilih Amerika sebagai tujuannya. Sangat sedikit dari mereka yang dapat menikmati pilihannya. Mereka  harus memilih Palestina sebagai tujuan imigrasi atau tidak kemanapun juga.

Kita kembali ke tahun 1933. Kurang dari 1% Yahudi Jerman mendukung Zionisme. Banyak di antara mereka mencoba untuk melepaskan diri dari Naziisme dan dengan menggunakan perahu mereka berlayar ke Amerika Latin dan pelabuhan Amerika Utara,  tetapi perintah diplomatik internasional harus mengembalikan mereka ke tempat asal. Yahudi Jerman yang menolak Palestina sebagai tempat tujuannya akan dikirimkan kembali ke kepalnya sampai menemui ajal.

Pada tahun 1934, mayoritas Yahudi Jerman mendapat pesan dan mengarahkan mereka untuk bergabung kepada satu-satunya organisasi Yahudi yang diizinkan oleh Nazi, yaitu Labour Zionists. Untuk kejelasan mengenai adanya konspirasi antara Zionis dengan Hitler yang kejam itu, bacalah  The Transfer Agreement by Edwin Black, Perfidy by Ben Hecht or The Scared And The Doomed by Jacob Neuberger. Kesepakatan adalah sbb:

Yahudi Jerman pertama-tama diindoktrinasi dengan  Bolshevisme dalam kemah Labor Zionism, dan dengan persetujuan Inggris di pindahkan ke Palestina. Sebagian besar dari mereka berada di sana saat Inggris mengeluarkan White Paper – Laporan Resmi yang melarang dilanjutkannya imigrasi Yahudi. Labour Zionists memperoleh orang Yahudi yang mereka inginkan, dan membiarkan berjuta-juta Yahudi yang religius serta non-Frankists lain binasa di Eropa tanpa ada usaha untuk menyelamatkan mereka.

Tetapi tidak semua Yahudi terperdaya masuk ke dalam rencana tersebut. Sebuah gerakan Zionisme alternatif muncul dipimpin oleh Zeev Jabotinsky. Dia memimpin Yahudi dalam menuntut jalan lintasan bebas ke Palestina serta meminta seluruh dunia memboikot ekonomi rezim Nazi. Labour Zionists melakukan segala upaya untuk mematahkan oposisi tersebut. Pertama, mereka memaksa seluruh orang Yahudi Jerman di Palestine untuk menggunakan asset mereka dengan hanya  membeli barang-barang produk Nazi Jerman. Ini menjaga rezim bebas dari maslah. Kemudian Chaim Weizmann dan Yahudi Agency mempekerjakan agen yang ditunjuk mereka di Amerika Serikat untuk menetralkan Jabotinsky serta pengikut-pengikutnya dengan menggunakan cara apapun yang bisa dilakukan. Masalah ini memuncak sewaktu terjadi kecurigaan kematian  Jabotinsky di New York pada tahun 1941.

Berikutnya, Advokat yang paling terpelajar pengikut Jabotinsky, Ben Hecht, dilindas sebuah truk di atas trotoar Manhattan. Kejahatan ini merupakan yang pertama diungkapkan secara luas sebagai rencana persekongkolan Yahudi Agency-Nazi.

Ke dalam persekongkolan melawan Yahudi ini bergabunglah Jesuit, yang berharap dengan sepenuh hati mereka untuk merusak wilayah yang menghasilkan pengikut Luther, namun peran Vatican dalam holokos bukan merupakan fokus dalam ikhtisar ini. Kita sekarang kembali ke Amerika dimana pimpinan Yahudi menggunakan semua kontak dan sumber-sumber daya mereka agar berhasil dan pasti bahwa orang Yahudi Eropa yang bukan pengikut Shabbatai yang tidak  dikehendaki tidak akan pernah lagi melihat cahaya matahari pagi.

Kita kembali kepada kutipan dari Jerry Rabow:

hal 132 – keluarga Frankist, baik mereka yang hidup sebagai orang yang beragama Kristen dan Yahudi, mereka menikah hanya diantara lingkungan mereka saja.  Dalam musim panas, secara reguler kelompok Jerman mengadakan pertemuan-pertemuan rahasia diselenggarakan di wilayah Carlsbad…Konon  pada pertengahan abad ke-sembilan belas, mayoritas pengacara di Praha dan Warsawa adalah dari keluarga Frankist. Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat, Felix Frankfurter dilaporkan telah menerima sebuah potret dari Eva Frank, ibunya, seorang keturunan keluarga Frankist Praha.

Di bawah adalah sebuah kutipan dari Frankfurter:

Perbedaan antara Rabow dan Rabbi Antelman adalah kemudian terbukti bahwa sebenarnya semua pengadilan FDR Yahudi adalah keturunan Jerman-Sabfont-family: georgia,palatino;”> ‘Para penguasa sebenarnya di Washington tidak kelihatan dan melaksanakan kekuasaannya dari belakang layar.”- Felix Frankfurter, Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat.

bataian, dengan tujuan untuk membersihkan Yahudi yang berasal dari Eropa yang tidak dikehendaki, yang moralitasnya bukan pengikut kepercayaan Shabbataian. Berikut daftar singkat komunitas pimpinan Yahudi:

Felix Brandeis – pendidikan sekolah menengah di Jerman. Disana, seorang Inggris bernama Jacob de Haas memperkenalkan dia kepada Zionisme.

Henry Morgenthau Jr., Stephen Weiss, Judah Magnes, Felix Warburg – Semuanya keturunan Yahudi Jerman. Di bawah ini dikutip ucapan-ucapan keluarga Frankist:

“Kita akan mempunyai Pemerintahan Dunia, suka atau t,palatino;”> Pernyataan ini disampaikan di depan Senate Amerika Serikat pada tanggal 7 Pebruari 1950 oleh James Paul Warburg idak suka. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia itu akan dicapai dengan melalui cara penaklukan atau persetujuan.”

Ketika Perang Dunia II berakhir, tidak kurang dari 100,000 orang Yahudi Eropa yang selamat dan ketika mereka tiba di Palestina mereka harus mematuhi perintah Bolshevik atau kelaparan hingga mati. Bagaimanapun Shabbataian tidak cukup waktu untuk menunda terhadap ancaman utama kepada negara Frankist, yaitu orang-orang Arab.  Kegusaran suku bangsa liar mengancam keseluruhan perusahaan  dan hanya dengan menambah sejumlah besar prajurit saja yang bisa menahan invasi mereka. Untuk tujuan tersebut, para diktator Arab yang dikendalikan oleh Eropa, dibujuk untuk melawan Yahudi atas nama kepentingan nasional mereka, kemudian dengan mengobarkan sentimen anti-semit berdarah serta memasukkan orang Yahudi Sephardic ke wilayah Israel. Keuntungan Shabbataian pertama adalah kekayaan yang diperoleh dengan merampas aset-aset Yahudi.

Sebelum  Sabbataian memperkenalkan ajarannya,  agama Yahudi dan warisan budaya mereka tidak mengenal adanya Jewish self-hatred.  Keadaan ini menimpa Yahudi yang berasal dari Timur ketika mereka diimigrasikan ke Israel.  Di sana, Frankists harus menerapkan seluruh ajaran mereka kepada para pendatang baru untuk merubah citra Yahudi Jerman ke dalam citra Sabbataian. Setiap usaha yang dilakukan Framkists adalah untuk melepaskan orang-orang ini dari “keyakinannya” dan hasilnya seringkali merusak. Ini merupakan sebuah alasan, sebagai contoh, mengapa orang Yahudi Maroko yang melarikan diri ke Perancis keadaannya  lebih baialah bahwa hal itu akan segera menyebarkan kegelapan kepada bangsa Amerika. Tetapi Yahudi tidak mau bekerjasama dan berpegang kepada moralitas mereka. Hal itu terjadi ketika sekali lagi saat CFR melepaskan tali paling jahat Frankists kepada orang Yahudk dibandingkan dengan keluarga mereka di Israel.

Pada awalnya, Frankists di Amerika mendukung negara baru, percayi. Tokoh paling terkemuka dari kelompok ini adalah Yahudi kelahiran Jerman, Henry Kissinger dan daftar mereka panjang, termasuk Madeleine Albright yang mendapatkan pendidikannya di Austria, dan keturunan Jerman lainnya seperti Joe Lieberman serta Sandy Berger.

Dewasa ini agenda Frankist sedang dipromosikan melalui seorang ahli filsafat Amerika kelahiran Jerman, Leo Strauss. Untuk menunjukkan kepada Anda semua bahwa apa yang  nampak itu tidak selalu apa adanya, di sini saya muat beberapa ungkapan mengenai Leo Strauss dari seorang penulis Yahudi untuk Executive Intelligence Report, dikelola olah seorang Germacentric Lyndon LaRouche:

“Jika  pengaruh Strauss terhadap politik di ibu kota negara paling kuat di dunia telah mengagumkan pada tahun 1996, apalagai dewasa ini. Pemimpin “Straussian” di dalam  Pemerintahan Bush adalah Deputi Menteri Pertahanan,  Paul Wolfowitz, yang dilatih oleh  teman akrab dan pengikut Strauss di Universitas  Chicago, profesor Allan Bloom. Wolfowitz memimpin the “war party”  dalam birokrasi sipil di Pentagon, dan anak didiknya sendiri I. Lewis “Scooter” Libby, Wakil Presiden Dick Cheney, Kepala Staf dan ajudan Kepala Keamanan Nasional, yang mengarahkan sebuah super-hawkish “dewan keamanan nasional bayangan” di luar dari the Old Executive Office Building, bersebelahan dengan Gedung Putih. Menurut penulis biografi Bloom, Saul Bellow, hari dimana President George H.W. Bush menolak Wolfowitz dan permintaan Cheney agar pasukan Amerika Serikat melanjutkan serangannya ke Baghdad selama Operation Desert Storm pada tahun 1991, Wolfowitz menilpon Bloom melalui saluran telepon pribadinya mengeluh karena tidak puas. Tampaknya “Bush 41” tidak cukup sebagai seorang Nietzschean “su

LONDON- seorang pemeriksa mayat Inggris telah menolak klaim polisi Jerman bahwa seorang  Yahudi berusia 22 tahun berasal dari London, Jeremiah Duggan, bunuh diri pada bulan Maret setelah mengikuti sebuah pertemuan far-right Schiller Institut di kota Wiesbaden, Jerman.

Bandingkan laporan itu dengan yang baru-baru ini diterbitkan oleh Jerusalem Post.

Institut Schiller menggambarkan inspirasinya berdasarkan Lyndon LaRouche, seorang ahli teori konspirasi Amerika, yang pada waktu merupakan salah seorang pembicara dalam pertemuan tersebut …

Dia mengatakan, “Bu, Saya berada dalam masalah besar. Saya takut.” Sewaktu dia berusaha memberikan lokasinya, sambungan tilponnya terputus.”

Duggan membuat kekeliruan fatal dengan  menjadi terlalu dekat dengan koneksi kebenaran antara LaRouche dan Frankists.

Program Mereka disebut cuci otak – brainwashing untuk Yahudi agar membenci diri mereka sendiri dan mereka tidak menyukai untuk memberontak. Di sini bagaimana hal itu terpenuhi melalui sistem pendidikan jenjang lebih tinggi di Israel, sebagaimana dilaporkan oleh Caroline Glick minggu ini di Jerusalem Post:

“Para siswa berbicara mengenai sebuah rezim yang menakutkan dan intimidasinya di dalam kelas.

Ofra Gracier, seorang mahasiswa tingkat doktoral di Universitas Tel-Aviv, Fakultas Kemanusiaan menjelaskan prosesnya sebagai berikut:

‘Program mereka dimulai dengan silabus kursus. Contohnya di dalam sebuah kelas yang mengajarkan pengantar teori politik, anda tidak akan pernah melihat tokoh seperti Leo

Strauss atau Friedrich Hayek atau Milton Friedman. Anda hanya akan mendapatkan Marx dan Rousseau serta tokoh-tokoh seperti itu. Jadi, jika anda ingin berargumentasi dengan Marx,  Andalah sendiri. Anda tidak mengetahui yang lain-lainnya.'”

Kesalahan fatal dari Yahudi Israel adalah menolak Frankists dan Partai buruh mereka. Shabataians lebih suka melihat bangsa Arab membanjiri Israel dibandingkan menyaksikan kebangkitan kembali sebuah negara yang dijalankan oleh sistem ajaran agama Yahudi yang benar. Mereka secara menyeluruh telah membiayai dan menginfiltrasi pimpinan atas, terutama kelompok far-left dalam rangka  menyiapkan untuk mengandaskan kekalahan Yahudi.

Dan jika demoralisasi sama sekali tidak menghasilkan, bacalah laporan setempat yang dikeluarkan minggu ini:

PERSIAPAN UNTUK MENGGUNAKAN FIREPOWER MELAWAN YAHUDI.

Kontak Kita telah melaporkan bahwa hal berikut ini telah diperkenalkan oleh orang yang menyiapkan MEGA YAMIT.

IBA “B” melaporkan bahwa dalam waktu tiga tahun berturut-turut laporan dalam mengikuti Geha Junction mengenai serangan pembunuhan massal kepada orang-orang Islam  dimana pelakunya adalah Yahudi JERMAN EKSTRIM SAYAP KANAN, merekalah yang melakukan pengeboman.

(Mengacu pada catatan IBA “B”)

Rabbi Antelman benar. Dia melihat musuh dan melihat gambaran musuh yang merupakan kebalikan dari agama Yahudi yang sebenarnya. Sebuah peperangan akhir sedang berlangsung di Israel dan sedang disebarkan ke seluruh dunia. Kita hanya bisa selamat ketika kebangkitan bangsa Arab yang menyadari bahwa orang Yahudi di Israel sedang bertempur dalam peperangan yang sama dengan bangsa Arab melawan musuh yang sama, yaitu para pengikut Shabbatai Zvi. Jika mereka tidak bisa mengatasi cuci otak – brainwashing dan kebencian yang mereka sebarluaskan melalui cara disinformasi, bangsa Arab akan mengakuinya bersama-sama dengan Israel. Kemudian dunia lain akan mengikutinya.

 

diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

original source: http://www.rense.com/

Iklan

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: