Terbukanya Pintu Kesenangan Dunia

Penulis: al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Sesungguhnya di antara perkara yang aku khawatirkan atas kalian setelahku adalah dibukakan kepadamu kesenangan dunia dan perhiasannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dunia telah disifati oleh Allah sebagai kesenangan yang menipu, tempat berbangga-bangga dengan harta dan anak-anak. Allah Ta’ala berfirman,

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridlaannya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20).

Kesenangan dunia dan perhiasannya telah menjadikan banyak manusia lupa dan lalai. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mengkhawatirkan umatnya dilalaikan dengan mengejar dunia dan melupakan kehidupan akhirat. Perbuatan demikian dapat menyebabkan kaum muslimin mendapatkan hal yang tidak diinginkan yaitu:

  • Menjadi terhina di hadapan kaum kuffar.

Sebagaimana sabda Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam

Apabila kamu berjual beli dengan cara riba, mengambil ekor sapi, rela dengan tanaman dan meninggalkan jihad (membela agama), Allah akan kuasakan kehinaan kepadamu dan Dia tidak akan mencabutnya sampai kamu kembali kepada agamamu (yang benar).” (HR Abu Dawud dan lainnya).[1]

Ini artinya, kaum muslimin lebih mencintai dunia dan tidak mau membela agama Allah. Mereka lebih disibukkan dengan mengejar dunia dan perhiasannya walaupun dengan cara yang diharamkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Allah pun menjadikan kewibawaan kaum muslimin hilang dan Allah jadikan mereka terhina bagaikan buih yang bawa oleh banjir. Rosulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Hampir-hampir umat-umat kafir saling memanggil untuk melahap kalian sebagaimana orang-orang lapar saling memanggil untuk melahap hidangan“. Lalu seorang shahabat berkata: ”Apakah jumlah kita sedikit waktu itu ? beliau bersabda: ”Justru jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi seperti buih yang dibawa oleh banjir, dan Allah benar-benar akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada-dada mereka, dan melemparkan kepada hati kalian al wahan“. Seorang sahabat berkata: ”Apakah al wahan itu ? beliau bersabda: ”cinta dunia dan takut mati.“ (HR Abu Dawud no 4297 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani dalam shahih Sunan Abi Dawud).

  • Saling menumpahkan darah.

Cinta dunia menjadikan manusia gelap mata dan kikir, sehingga mereka berlomba mencarinya dengan berbagai macam cara walaupun harus dengan menumpahkan darah saudaranya, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Jauhilah berbuat zalim karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah syuhh (sangat kikir) karena sangat kikir itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu dan membawa mereka untuk menumpahkan darah dan menganggap halal wanita-wanita mereka.” (HR Muslim).

Sifat syuhh muncul akibat cinta dunia yang amat sangat, Ath-Thibi rahimahullah berkata, “Bakhil adalah kikir dan syuhh adalah bakhil yang disertai berbuat zalim, (dalam hadis ini) disebutkan syuhh setelah menyebutkan zalim untuk menunjukkan bahwa syuhh adalah macam zalim yang paling berat akibat dari cinta dunia dan kelezatannya”.[2]

Sejarahpun telah mencatat bagaimana kaum muslimin saling menumpahkan darah untuk merebut tahta, sebagaimana disebutkan bahwa ketika Bani Umayah telah ditumbangkan oleh Bani Abasiyah, setiap harinya algojo-algojo Bani Abasiyah membunuh delapan puluh orang dari Bani Umayah lalu mereka menggelar tikar dan makan minum di atas mayat-mayatnya. Dunia Islam tak pernah sepi dari perang saudara sebagaimana yang kita baca dalam kitab-kitab sejarah akibat cinta dunia dan kelezatannya. Allahul musta’an.

  • Tidak peduli halal dan haram.

Cinta dunia menjadikan manusia membabi buta tak peduli kepada halal dan haram, tidak ada lagi rasa takut kepada siksa Allah Ta’ala, ia mencari rizki tanpa mempedulikan hukum-hukum Allah sebagaimana disebutkan dalam hadits:

Sesungguhnya akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang tidak memperdulikan dengan apa ia mengambil harta, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram“. (HR Bukhari).

Perkara-perkara ini yang dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atas umatnya apabila kesenangan dunia dibukakan kepada mereka, oleh karena itu beliau menganggap bahwa orang yang rakus dengan dunia dan tamak kepada harta lebih berbahaya dari serigala lapar, beliau bersabda:

Tidaklah dua serigala lapar yang dilepaskan kepada seekor kambing lebih berbahaya untuk agama seseorang dari orang yang rakus terhadap harta dan kedudukan“. (HR. At-Tirmidzi dan lainnya).

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Ini adalah permisalan yang agung yang diumpamakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi kerusakan agama seorang muslim akibat rakus terhadap harta dan kedudukan dunia dan bahwa kerusakannya tidak lebih berat dari rusaknya kambing yang dimangsa oleh dua ekor serigala lapar..”.[3]


[1] Abu Dawud no 3462 dari jalan Haywah bin Syuraih dari Ishaq Abu Abdirrahman Al Khurrasani dari ‘Atha Al Khurrasani dari Nafi’ dari ibnu Umar. Qultu, “Sanad hadis ini lemah karena Ishaq bin Asid Abu Abdirrahman adalah perawi yang lemah demikian pula ‘Atha Al-Khurrasani. Namun imam Ahmad no 4593 meriwayatkan dari jalan Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Al-A’masy dari Atha’ bin Abi Rabah dari Ibnu Umar. Qultu, “Sanad ini shahih”. Dan hadis ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani dalam Silsilah Hadis Shahih, no. 11.

[2] Faidlul Qadiir, 1/175.

[3] Syarah Hadis Maa Dzi’baani, hal 21.

Iklan

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: