Ya’juj dan Ma’juj: Siapakah Mereka?! (Bagian Kedua)

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua kaum dari keturunan anak Adam yang membuat kerusakan di muka bumi, dan apabila mereka keluar maka hal itu adalah salah satu pertanda dekatnya hari kiamat.

Ketahuilah wahai saudaraku  -semoga Alloh سبحانه و تعالى memberkahimu- bahwa aqidah keluarnya ya’juj Ma’juj telah ditegaskan dengan dalil-dalil yang sangat kuat sekali, yaitu al-Qur’an, hadits-hadits mutawatir dan ijma’ ulama salaf.1

a. al-Qur’an

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 96)

b. Hadits

Hadits-hadits tentang keluarnya Ya’juj Ma’juj banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir.

c. Ijma’

Para ulama salaf telah bersepakat meyakini adanya Ya’juj Ma’juj dan bahwasanya mereka akan keluar menjelang hari kiamat setelah munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa bin Maryam dari langit.

Berdasarkan dalil-dalil di atas, maka aqidah ini harus diyakini oleh setiap muslim dan tidak boleh bagi mereka untuk mengingkarinya.2


  1. Lihat Nadhmul Mutanatsir, al-Kattani hlm. 342, cet. Dar Kutub Ilmiyyah
  2. Lihat Lawami’ul Anwar, as-Saffarini 2/116, Shohih Asyrat Sa’ah, Musthafa Abu Nashr hlm. 267

***

Dalam buku-buku tafsir dan sejarah, ya’juj Ma’juj banyak dilukiskan sebagai makhluk yang sangat aneh dan menyeramkan, seperti tingginya setinggi pohon kurma dan ada juga yang sangat pendek sekali, mereka suka makan ular dan kalajengking dan sederet dongeng lainnya yang bila dicermati ternyata sumbernya hanyalah Isro’iliyat yangmembanjiri buku-buku sejarah!

Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata setelah menyebutkan riwayat-riwayat tersebut: “Semua ini adalah ucapan yang tidak ada dalilnya, dan menebak masalah ghaib tanpa dalil. Pendapat yang benar bahwa mereka adalah dari anak keturunan Nabi Adam عليه السلام dan memiliki bentuk dan sifat yang sama seperti mereka.”1

Al-Qasimi رحمه الله berkata: “Semoga Alloh سبحانه و تعالى membalas kebaikan sebanyak-banyaknya kepada Imam Bukhari, karena beliau tidak mencantumkan riwayat-riwayat (yang lemah) tersebut dan beliau hanya mencantumkan riwayat yang shohih saja. Sungguh, riwayat-riwayat munkar ini memiliki pengaruh jelek bagi umat. Barangsiapa membaca Muqoddimah Shohih Muslim, niscaya akan membenarkan ucapan beliau bahwa “perawi hadits-hadits lemah adalah penipu, tukang dosa dan penyesat umat.”2


  1. Bidayah wa Nihayah Ibnu Katsir 2/110
  2. Mahasinu Ta’wil 11/4117

***

Dalam al-Qur’an surat al-Kahfi ayat: 92-98,1 Alloh سبحانه و تعالى menceritakan tentang dinding yang dibangun oleh Dzul Qornain agar Ya’juj dan Ma’juj tidak mampu untuk mendakinya ataupun melubanginya. Dinding ini dibuat oleh Dzul Qornain karena permintaan suatu kaum yang kurang dimengerti bahasa mereka disebabkan oleh ulah Ya’juj dan Ma’juj yang membuat kerusakan di muka bumi.

Sungguh menakjubkan bangunan tersebut! Suatu bangunan yang sangat kuat, terletak di antara dua gunung yang tinggi, terbuat dari potongan-potongan besi, kemudian dituang dengan tembaga yang mendidih. Allohu Akbar! Semua itu adalah rahmat Alloh سبحانه و تعالى yang diberikan kepada Dzul Qornain. Anehnya, bila memang janji Alloh سبحانه و تعالى telah tiba waktunya, maka bangunan yang istimewa dan kuat itu akan hancur.

Dan perlu kami ingatkan juga bahwa pendapat sebagian kalangan yang menyatakan bahwa Tembok Cina yang ada sekarang adalah dinding yang dibangun  oleh Dzul Qornain عليه السلام merupakan pendapat yang salah.2


  1. 1.     Dalam kisah mereka terdapat banyak butir-butir faedah yang cukup banyak. Lihatlah dalam Mahasin Ta’wil  oleh al-Qasimi 11/4104-4106 dan Dzul Qornain al-Qoid ash-Sholih oleh Muhammad Khair Ramadhan hlm. 281-283
  2. 2.     Dzul Qornain al-Qoid ash-Sholih hlm. 347 oleh Muhammad Khair Ramadhan

***

Hal itu tidak aneh, karena memang beliau adalah manusia yang paling berilmu dan paling takut kepada Alloh سبحانه و تعالى. Oleh karena itu, dalam hadits ini beliau sangat terkejut dan ketakutan karena khawatir akan dekatnya hari kiamat. Kemudian perhatikanlah bersamaku sikap Rasulullah yang tidak lupa berdzikir kepada Alloh سبحانه و تعالى di saat seperti itu dengan mengatakan “Laa ilaha illalloh”.

Demikianlah sikap Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang hendaknya kita menirunya. Wahai saudaraku, kebanyakan hati di antara kita begitu gersangnya. Bukankah telah banyak kejadian-kejadian yang kita saksikan, seperti kematian, gunung meletus, gempa bumi, Tsunami dan sebagainya?! Adakah semua itu melunakkan hati kita?! Mengingatkan kita takut kepada Alloh سبحانه و تعالى?! Ya Alloh, ampunilah dosa-dosa kami dan lunakkanlah hati kami dan janganlah Engkau matikan hati kami!

Alangkah indahnya ucapan Ibnu Bathol رحمه الله: “Dalam hadits ini, Nabi صلى الله عليه وسلم memperingatkan umatnya akan dekatnya hari kiamat agar mereka bertaubat kepada Alloh سبحانه و تعالى sebelum kedatangannya.”1


  1. 1.     Syarh Shohih Bukhari, Ibnu Bathol 10/11

***

Dalam hadits ini, mengarahkan sasaran secara khusus kepada bangsa Arab dengan sabdanya: “Kecelakaan bagi bangsa Arab dari dekatnya kerusakan.” Al-Hafidz Ibnu Hajar asy-Syafi’i رحمه الله berkata: “Nabi صلى الله عليه وسلم mengkhususkan bangsa Arab karena merekalah saat itu yang paling banyak memeluk agama Islam dan untuk memperingatkan bahwa apabila kehancuran telah menimpa, maka merekalah orang yang cepat terkena getahnya.”1

Tidak ragu lagi bahwa bangsa Arab memiliki keutamaan dan keistimewaan.2 Namun harus diingat bahwa keutamaan tersebut tidak ada artinya bila tidak diiringi dengan keimanan dan amal Sholih, karena memang keutamaan yang hakiki adalah dengan mengikuti petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم berupa iman dan ilmu secara dzahir dan batin, bukan dengan karena seorang tersebut dari bangsa Arab, berkulit putih,  atau orang kota.3

Maka janganlah Anda terlena dan tertipu hanya karena mengandalkan nasab dan pangkat!! Hendaknya kita ingat bahwa kejayaan Islam tidaklah diraih dengan nasab tetapi dengan kekuatan iman!! Hendaknya kita ingat bahwa orang yang paling utama di sisi Alloh سبحانه و تعالى adalah orang yang bertaqwa kepada-Nya!!

لَـــــــــــــــعَـمْرُكَ مَا الإِنْسَــــــــــــــــــانُ إِلاَّ بِــــــــدِيْــــــــــــــنِهِ

فَلاَ تَتْرُكِ التَّقْوَى اتِّكَالاً عَلَى النِّسَــــــــــــــــــــبْ

لَــــــــــقَدْ رَفَعَ الإِسْلاَمُ سَـــــــــــــــــــلْــــــــــــــمَانَ فَارِسٍ

وَقَدَ وَضَعَ اشِّـــــــــرْكُ النَّـــــــــــسِــــــــــــــيْبَ أَبَا لَـهَبْ

Sungguh, tidaklah manusia mulia kecuali dengan agamanya

Maka janganlah kamu tinggalkan taqwa karena mengandalkan nasab

Islam telah mengangkat Salman dari Persia

Dan syirik telah merendahkan Abu Lahab yang memiliki nasab.4


  1. Fathul Bari, Ibnu Hajar 13/134
  2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Iqtidho’ Shirat Mustaqim 1/452: “Sesungguhnya umat telah bersepakat akan kaedah ini, yaitu keutamaan bangsa Arab dahulu dan keutamaan orang yang mengikuti mereka.” Lihat pula Fadhlu Arab karya Abu Thahir as-Silafi dan Mahajjatul Qurab fi Mahabbatil Arab karya al-‘Iraqi.
  3. Lihat Iqtidha Shirat Mustaqim, Ibnu Taimiyah 1/415
  4. Diwan Ali bin Abi Thalib no.15 sebagaimana dalam Mausu’ah Syi’riyyah hlm. 681

***

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم: “Bila kejelekan telah menjamur.” Al-Hafidz Ibnu Abdil Barr رحمه الله berkata: “Menurutku makna kejelekan adalah suatu kata yang mencakup perzinaan dan selainnya dari berbagai macam kemungkaran dan kemaksiatan dalam agama.”1 Ya, bila kejelekan dan berbagai macam kemaksiatan telah menyebar di masyarakat, maka jangan heran bila musibah dan teguran Alloh سبحانه و تعالى akan turun mengena bukan hanya kepada pelakunya saja, dia datang tanpa mengenal orang yang Sholih ataukah tidak, sebagaimana firman Alloh سبحانه و تعالى:

وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Alloh amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal [8]: 25)

Dari sini, maka diperlukan bagi kita semua untuk meningkatkan usaha dan kesungguhan dalam rangka menegakkan dakwah ila Alloh سبحانه و تعالى dan amar ma’ruf nahi munkar untuk menutupi atau minimal mengurangi kemunkaran tersebut. Kita berdoa kepada Alloh سبحانه و تعالى agar memperbaiki keadaan kita dan keadaan kaum muslimin di mana pun berada. Amiin.


  1. At-Tamhid 24/307

Penulis: Ustadz Ubu Ubaidah Yusuf as-Sidawi

Iklan

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: