Ya’juj dan Ma’juj: Siapakah Mereka?! (Bagian Pertama)

Merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk membenarkan setiap kabar yang datang dari Alloh سبحانه و تعالى dan Rasul-Nya, baik kabar tentang Alloh dan asma’ wa sifat-Nya maupun tentang makhluk-makhluk-Nya yang telah lewat dan akan datang. Keimanan secara global ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim, tidak sempurna iman seseorang tanpanya. Setelah itu, apabila datang suatu kabar secara terperinci maka wajib bagi setiap muslim untuk membenarkannya juga. Ini adalah pokok yang disepakati oleh semua kaum muslimin.

Terkadang Alloh سبحانه و تعالى dan Rasul-Nya mengabarkan tentang berita yang akan datang, maka apabila berita tersebut benar-benar terjadi sebagaimana adanya, tentu hal itu akan menambah keimanan bagi orang yang mengetahuinya dan pertanda akan kejujuran Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Dan bagi orang yang mendapatkan kerumitan dalam berita tersebut, hendaknya dia tidak tergesa-gesa dalam menetapkan ataupun meniadakan kecuali di atas ilmu dan dalil.1

Di antara masalah keimanan yang hendaknya diketahui oleh setiap muslim adalah berita tentang Ya’juj dan Ma’juj. Siapakah mereka?! Bagaimana sifat-sifat mereka?! Benarkah mereka adalah orang kafir seperti Rusia, Amerika,dan Cina?! Bagaimana aqidah yang benar tentang mereka?! Sederet pertanyaan ini akan Anda dapatkan jawabannya –insya Alloh- pada kesempatan kali ini. Kita berdo’a kepada Alloh agar mempertebal keimanan kita dan menetapkan kita di atas keimanan sehingga bertemu dengan-Nya. Amiin ya Robbal ‘Aalamiin.


  1. Risalah Ya’juj wa Ma’juj hlm. 67-68, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di, Tahqiq Dr. Ahmad bin Abdurrahman al-Qodhi, cet. Dar Ibnul Jauzi 1424 H

Ketahuilah wahai saudaraku seiman –semoga Alloh selalu menambahkan keimanan kepada kita- bahwa hadits-hadits tentang Ya’juj dan Ma’juj banyak sekali,1 bahkan mencapai derajat mutawatir. Cukuplah bagi kami untuk menukil salah satu di antaranya:

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَـحشٍ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ: خَـرَجَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَا فَزِعًا مُـحْمَرًّا وَجْهُهُ يَقُولُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَ مَأْجُوْ مِثْلُ هَذِهِ، وَهَلَقَ بِـإِصْبِعِهِ الإِبْهَامَ وَالَّتِيْ تَلِيْهَا. قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولُ اللهِ أَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ: نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْـخَبَثُ

Dari Zainab binti Jahsy, istri Nabi صلى الله عليه وسلم, dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah keluar pada suatu hari dengan terkejut dan berwajah merah seraya mengatakan: “Laa ilaha illa Alloh, celaka 2 kaum Arab dari dekatnya kejelekan, telah terbuka pada hari ini dinding penghalang Ya’juj Ma’juj seperti ini, dan beliau sambil melingkarkan jari jempol dengan jari telunjuk,” Zainab berkata: “Wahai Rasulullah صلى الله عليه وسلم, apakah kita akan binasa padahal masih ada orang-orang Sholih di tengah-tengah kita?” Beliau menjawab: “Ya, kalau memang kejelekan telah menjamur.”

SHOHIH. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari: 3168, 3403.6650,6766, Muslim: 2880, Tirmidzi: 2187, Nasa’i dalam Sunan Kubro 6/407, Ibnu Majah: 3953, Ahmad 6/428-429, Abdurrazaq: 20749, Ibnu Abi Syaibah: 37214, al-Humaidi 1/147, Abu Ya’la 13/66, 69, ath-thabrani dalam Mu’jam Kabir 24/51,52,53,55, Ibnu Hibban: 327, 6831, al-Baihaqi dalam Sunan Kubro 6/391, 10/93 dan al-I’tiqad 1/215, Nu’aim bin Hammad al-Marwazi dalam Kitab al-Fitan hlm. 267 dan lain sebagainya.

Hadits ini derajatnya shohih dengan tiada perselisihan di kalangan ulama ahli hadits. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shohih.” 3


  1. 1.     Lihat Bidayah wa Nihayah 2/179-184, Ibnu Katsir dan Ithof Jama’ah 3/149-168, Hamud bin Abdillah at-Tuwaijiri
  2. 2.     Demikianlah makna “wail”, yaitu kata untuk menunjukkan kesedihan dan kecelakaan, adapun penafsiran sebagian ulama bahwa makna “wail” adalah salah satu nama jurang di neraka, adalah tidak shohih. Karena tidak berdasar pada hadits yang shohih. Demikian faedah dari Syaikhuna Abdurrahman ad-Dahsy dalam kajian Tafsir al-Jalalain (Surat Al-Mutaffifin: 1). Lihat pula Masyariqul Anwar, al-Qadhi Iyadh 2/297-298 dan al-I’lam bi Fawaid Umadatil Ahkam, Ibnul Mulaqqin 1/235, karena keduanya telah menyebutkan enam makna dari kata “wail”. Wallaahu A’lam.
  3. 3.     Faedah: Abdul Ghoni bin Sa’id al-Azdi berkata dalam ar-Ruba’i fil Hadits no. 3: “Dalam sanad hadits ini terkumpul dua istri Nabi صلى الله عليه وسلم yaitu Ummu Habibah dan Zainab binti Jahsy, dan kedua anak tiri Nabi صلى الله عليه وسلم yaitu Zainab binti Ummu Salamah, putri Abu Salamah Abdullah bin Asad al-Makhzumi, dan yang kedua adalah Habibah binti Ummu Habibah, putri dari Ubaidillah binti Jahsy yang memeluk agama Nasrani di kota Habasyah.” (Lihat pula Syarh Shohih Muslim, an-Nawawi 18/311)

 ***

Syubhat Pertama:

Mengingkari ya’juj dan Ma’juj dan Dinding Mereka Sekarang

Mereka mengatakan: “Ya’juj dan Ma’juj adalah anak Adam عليه السلام yang tinggal  di bumi dan bukan alam ghaib, namun mereka tidak diketahui keberadaannya oleh para pelancong yang telah mengelilingi dunia. (Lihat at-Tafsir al-Wadhih, Muhammad Mahmud Hijazi 15/8, Ya’juj wa Ma’juj, Ibrahim Hilal hlm.41)

Jawaban:

Tidak ragu bahwa Ya’juj dan Ma’juj memang dari anak Adam dan tinggal di muka bumi sebagaimana ditegaskan dalam dalil, namun sekalipun demikian bukan berarti harus diketahui oleh orang, karena Alloh سبحانه و تعالى Maha Mengetahui atas segala sesuatu, di antaranya tidak menampakkan mereka kepada manusia sehingga datang waktunya.

لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

“Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.” (QS. Al-An’am [6]: 67)

Syaikh Abdullah bin Ali bin Yabis an-Najdi membantah syubhat ini secara panjang lebar dalam kitabnya, I’lamul Anam bi Mukhalafati Syaikhil Azhar Syaltut lil Islam hlm. 122-129. Berikut beberapa point yang beliau sebutkan -secara ringkas dan bebas-:

1. Adanya sesuatu di suatu tempat tidak mesti harus diketahui keberadaannya. Bukti mudah akan hal itu bahwa manusia tidak mengetahui tentang jiwa/ruh yang ada pada dirinya. Kalau ruhnya sendiri saja tidak tahu, maka bagaimana dengan seluk beluk bumi yang luas ini?! Jawabannya, tentu lebih tidak tahu. Adapun pengakuan mereka, bahwa mereka mengetahui segalanya, sungguh ini adalah kedustaan yang tidak berdasar dalil dan tidak diterima oleh akal.

2. Sering kita dengar dari media-media barat sendiri, bahwa mereka menemukan pulau di tempat ini dan itu, maka ini merupakan bukti kuat tentang kedustaan anggapan bahwa mereka telah mengetahui semua bumi.

3. Mereka sendiri tidak mengetahui secara pasti tentang isi perut bumi yang ada di negeri mereka berupa gas, emas, barang tambang, dan sebagainya. Bukankah semua ini menunjukkan tentang kelirunya anggapan di atas?!

4. Satu hal yang pasti bahwa segala sesuatu pasti ada penciptanya. Langit dan bumi adalah ciptaan Alloh terbesar. Kendati demikian, banyak orang-orang kafir barat yang tidak mengakui hal tersebut. Lantas, bagaimana mungkin orang yang tidak tahu tentang sesutau yang sangat jelas terwsebut dianggap mengetahui segala sesuatu?!

5. Sesungguhnya Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah berita yang paling jujur dan benar. Hendaknya setiap muslim berbangga dengannya, tidak mungkin baginya untuk mendustakan berita Alloh سبحانه و تعالى dan Rasul-Nya tetapi malah membenarkan berita musuh-musuh Alloh سبحانه و تعالى.

6. Dalam sebagian kitab-kitab Islam, seperti kitab tafsir dan sejarah disebutkan bahwa sebagian raja pernah mengutus beberapa utusan untuk melihat dinding Ya’juj dan Ma’juj dan akhirnya mereka pun bisa melihatnya.1 Pernah juga ada seorang datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan mengabarkan bahwa dirinya melihat dinding Ya’juj Ma’juj, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda padanya: “Sifatkanlah kepadaku”. Orang tersebut menyifatkan, lalu Nabi pun membenarkannya.2

Yakinlah bahwa jika saatnya telah tiba maka akan terbukti kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi صلى الله عليه وسلم serta terbongkarlah kebodohan orang-orang yang mendustakannya.

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda [kekuasaan] Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar.” (QS. Fushshilat [41]: 53)

Masih ada dua point penting untuk membantah syubhat ini yang tidak ingin kami luputkan:

a. Alloh سبحانه و تعالى pernah menceritakan bahwa bani Israil pernah kebingungan di muka bumi selama empat puluh tahun lamanya.

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِي الأَرْضِ

Alloh سبحانه و تعالى berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. (QS. Al-Maidah [3]: 26)

Dalam ayat ini, Alloh سبحانه و تعالى mengabarkan bahwa mereka berjalan siang malam kebingungan di muka bumi tanpa diketahui oleh manusia sampai empat puluh tahun lamanya. Seandainya saja mereka berkumpul dengan manusia, tentunya mereka akan menunjukkan jalan yang benar. Kalau memang demikian keadaan Bani Israil, maka kemungkinan juga Ya’juj dan Ma’juj ada di suatu tempat namun keberadaan mereka tidak dinampakkan Alloh سبحانه و تعالى hingga datang saatnya. Sesungguhnya Alloh سبحانه و تعالى Mampu atas segala sesuatu.3

b. Dalam hadits  Jassasah diceritakan bahwa sebagian sahabat pernah melihat Dajjal terbelenggu di salah satu pulau, mereka pun menginformasikan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan beliau tidak mengingkarinya. Tidak ragu lagi bahwa Dajjal memang benar-benar Tidak ragu lagi bahwa Dajjal memang benar-benar ada di pulau tersebut sehingga datang saatnya untuk keluar. Nah, akankah kita mengingkari hal itu dengan alasan bahwa para pelancong tidak mengetahui pulau tersebut?! Sesungguhnya kewajiban seorang muslim adalah membenarkan semua kabar yang datang dari Nabi صلى الله عليه وسلم tentang Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj dan sebagainya, baik manusia mengetahuinya maupun tidak.4


  1. 1.     Lihat al-Masalik wal Mamalik hlm.162-170 karya Ibnu Khurdazhibah, Nihayah Arab fi Fununil Adab 1/374 karya an-Nuwairi, Tarikh ath-Thabari 4/258-259 (dari Kitab Dzul Qornain hlm. 340-347 karya Muhammad Khair Ramadhan)
  2. 2.     HR. Bukhari: 3346 secara mu’allaq. Lihat Taghlisu Ta’liq 4/12-13 dan Fathul Bari oleh Ibnu Hajar 6/466
  3. 3.     Adhwaul Bayan, asy-Syinqithi 4/186.
  4. 4.     Al-Ihtijaj bil Atsar, Humud bin  Abdillah at-Tuwaijiri hlm. 315

***

Syubhat Kedua:

Merubah Makna Ya’juj dan Ma’juj

Mereka mengatakan bahwa maksud Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa-bangsa kafir seperti Bangsa Tartar, Mongol, Rusia, Cina, Amerika, Jepang, dan sejenisnya.

Pendapat ini banyak dikemukakan oleh para penulis, di antaranya adalah al-Kirmani dalam al-Kawakib ad-Darori 14/9, Sayyid Quthub dalam Fi Zhilalil Qur’an 4/2294, Thariq Suwaidan dalam kaset “Qishah Nihayah” no. 4/A, Muhammad Rasyid Ridho dalam Majalah al-Manar 11/274-277, Muhammad Raghib ath-Thabbakh dalam Dzul Qarnain wa Saddu Shin hlm. 250, Thonthowi Jauhari dalam tafsirnya al-Jawahir 9/203, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam risalahnya Ya’juj wa Ma’juj dan Abdullah bin Zaid Mahmud dalam Laa Mahdi Yuntadhor hlm. 75-79.

Jawaban:

Pendapat ini telah dibantah para ulama, kita sebutkan beberapa point yang penting sebagai berikut:

1. Pendapat ini bertentangan dengan hadits-hadits shohih yang menerangkan bahwa keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah setelah turunnya Isa bin Maryam عليه السلام dan terbunuhnya Dajjal.

2. Dalam hadits-hadits shohih disebutkan bahwa apabila mereka telah keluar, mereka hidup hanya beberapa saat saja, sedangkan bangsa-bangsa kafir telah hidup semenjak dahulu kala.

3. Dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits shohih ditegaskan bahwa dinding  yang mengurung mereka tidaklah terbongkar kecuali apabila mendekati hari kiamat.

4. Pendapat ini menyelisihi apa yang dikisahkan al-Qur’an bahwa Dzul Qornain  membangun dinding yang kuat dari besi untuk menghalangi Ya’juj dan Ma’juj dari manusia dan mereka pun tidak mampu mendakinya ataupun melubanginya hingga apabila mendekati hari kiamat.

5. Dalam hadits-hadits shohih disebutkan bahwa apabila salah satu tanda besar hari kiamat telah muncul, maka akan diiringi oleh tanda-tanda besar lainnya secara serentak, sedangkan bangsa-bangsa kafir sejak lama dalam keadaan seperti ini dan tidak muncul juga tanda-tanda besar hari kiamat lainnya.

6. Bangsa-bangsa kafir dengan berbagai model dan jenis mereka telah ada di berbagai tempat dan telah ada juga di zaman Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan sebelum dan sesudahnya, namun tidak dinukil dari  Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beiau mengatakan, “mereka adalah ya’juj dan Ma’juj.” Tidak juga dinukil dari seorang sahabat pun, tabi’in maupun salah seorang ulama setelah mereka.

7. Dalam hadits juga dikabarkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj setiap hari menggali dinding pembatas mereka, sedangkan hal itu tidak dilakukan oleh bangsa-bangsa kafir tersebut.

Demikianlah beberapa point yang menjelaskan kejanggalan pendapat yang mengatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa-bangsa kafir yang ada sekarang, atau yang berpendapat bahwa mereka adalah penduduk Cina, atau dinding pembatas maksudnya adalah pembatas alami seperti laut dan sebagainya. Semua ini adalah pendapat yang lemah. Wallaahu A’lam.1


  1. Lihat al-Ihtijaj bil Atsar hlm. 323-326, Humud at-Tuawijiri, Syaikh Abdurrahman bin Sa’di wa Juhuduhu fi Taudhihil Aqidah, Abdurrazaq al-Badr hlm. 248-256 dan al-Iidhoh wal Bayan fi Akhto’i Thariq Suwaidan, Ahmad bin Abdul Aziz at-Tuwaijiri hlm. 2/12-13

Penulis: Ustadz Ubu Ubaidah Yusuf as-Sidawi

(Bersambung Ke Bagian Kedua)

Iklan

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: