Teman Sejatimu Bukanlah Orang yang Suka Memujimu Secara Dusta

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Jika engkau mendengar seseorang membicarakan (atau memuji)mu dengan kebaikan-kebaikan yang tidak ada pada dirimu, maka janganlah engkau merasa aman dari (kejahatan) orang tsb dengan membicarakan (atau menghina)mu dengan keburukan-keburukan yang tidak ada pada dirimu.”

Ali bin Husain rahimahullah berkata: “Tidaklah seseorang membicarakan saudaranya dengan kebaikan yang tidak diketahuinya, melainkan hampir-hampir ia akan membicarakan saudaranya itu dengan keburukan yang tidak diketahuinya (pula). Dan tidaklah dua orang saling bersahabat bukan atas dasar ketaatan kepada Allah, melainkan hampir-hampir (dipastikan) mereka berdua akan berpisah bukan karena ketaatan kepada Allah (pula).” (Lihat Aqwaal Ma’tsuroh, hal.42).

Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا تَوَادَّ اثْنَانِ فَفُرِّقَ بَيْنَهُمَا، إِلَّا بِذَنْبٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا

Artinya: “Tidaklah dua orang saling mencintai, lalu keduanya berpisah melainkan sebabnya adalah dosa yg dilakukan oleh salah seorang dari keduanya.” (HR. Ahmad di dlm Al-Musnad).

Berdasarkan hadits ini n perkataan para ulama di atas, kita dpt mengetahui bahwa persahabatan n percintaan tidak akan langgeng kecuali jika dibangun atas dasar keimanan n ketakwaan kpd Allah ta’ala. Sedangkan persahabatn n percintaan yg dijalin berdasarkan kepentingan dunia n hawa nafsu, maka dipastikan tidak akan langgeng, tapi justru akan segera berakhir dengan kebencian, perpecahan n permusuhan.

» Hal ini sbgmn firman Allah ta’ala:

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَِ

Artinya: “Orang2 yg saling mencintai (berteman dekat) pada hari Kiamat sebagian mereka menjadi musuh bagi sebagian yg lain kecuali orang-orang yg bertakwa.” (QS. As-Zukhruf: 67).

(*) Jika demikian keadaannya, maka siapakah TEMAN SEJATI kita?

Jawabannya adalah sbgmn dikatakan seorang ahli hikmah:

“Saudaramu yg sejati ialah siapa sj memberitahukan kpd dirimu ttg aib-aibmu (agar diperbaiki), dan memperingatkanmu dr dosa-dosa (agar dijauhi).”

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua.

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: