Tidaklah Menganggap Kecil Bahaya “Ihya’ut Turats al-Islami” kecuali seorang Turatsi juga

Jum’iyyah Ihya’ut Turats al-Islamy adalah jum’iyyah hizbiyyah, memadukan dua manhaj yang jelek, yaitu manhaj Ikhwanul Muslimin di satu sisi, dan manhaj Khawarij di sisi lain. Jum’iyyah ini adalah campuran dari dua manhaj yang menyimpang.

Hal ini sangat jelas tampak baik barangsiapa yang mengikuti dan meneliti manhaj jum’iyyah ini.

‘Ulama Salaf, seperti asy-Syaikh Nashiruddin al-Albani, asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahumallah, asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali, asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahumallah serta para ‘ulama lainnya telah menjelaskan akan bahaya jum’iyyah ini dan mentahdzirnya. Karena memang itu adalah jum’iyyah hizbiyyah, yang mengharuskan baiat kepada pimpinan jum’iyyah, mengharuskan mendengar dan taat terhadapnya, dan meletakkan prinsip al-Wala’ (loyalitas) demi pimpinan jum’iyyah, meskipun dia seorang rafidhah, serta meletakkan prinsip al-Barra (anti loyalitas) terhadap siapapun yang membenci mereka, meskipun seorang salafy. Mereka juga membolehkan demonstrasi, mengingkari pemerintah secara terang-terangan, dan banyak lagi dari berbagai permasalahan yang dikenal dari mereka menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah serta prinsip salafush shalih. Permasalahan Jum’iyyah ini serta tahdzir para ‘ulama terhadapnya  dan terhadap pemikiran-pemikirannya, bukanlah perkara yang asing lagi bagi seorang pun. Walhamdulillah. Kecuali apa yang Allah kehendaki.

Sesuatu yang membuatku sedih akhir-akhir ini, ketika aku melihat bahwa sebagian pemuda salafy memuji Jum’iyyah Ihyaut Turats, bahkan sebagian mereka mencari ilmu kepada masyaikh Jum’iyyah ini, karena adanya fatwa-fatwa gegabah dari sebagian masyaikh yang kurang berhati-hati yang telah merugikan diri mereka sendiri sebelum mereka merugikan Dakwah Salafiyyah.

Sangat aneh, bahwa penyelisihian Jum’iyyah Ihya’ut Turats Islami, yang sebelumnya merupakan khilaf manhaji aqadi (khilaf yang terkait dengan manhaj dan aqidah), berubah menjadi khilaf semu saja, tidak ada hakekatnya.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu telah berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah datang suatu zaman, kecuali zaman setelahnya lebih jelek darinya.” HR. al-Bukhari.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebelum Hari Kiamat, ada tahun-tahun khianat. Padanya seorang yang jujur didustakan, seorang pendusta dibenarkan. Seorang terpercaya dianggap pengkhianat, sebaliknya pengkhianat justru dipercaya. Pada saat itu berbicaralah para Ruwaibidhah.” HR. Ahmad, dihasankan oleh sebagian para huffazh.

Ar-Ruwaibidhah adalah : seorang yang dungu, namun berbicara dalam urusan manusia.

Syaikhuna (guru kami) al-’Allamah Shalih al-Luhaidan hafizhahullah berkata, “Apabila zaman telah rusak, maka para bunglon akan semakin melampaui batas, dan orang-orang tak dikenal akan angkat suara.”

Maka akibat keberadaan mereka, yaiatu orang-orang yang mengecilkan/meremehkan bahaya bid’ah dan para pelakunya, banyak para pemuda salafy yang jatuh menyimpang, yaitu orang-orang yang sangat kita tahu dia ikut larut dalam arus Ihyaut Turats ini dan akhirnya ikut bersama mereka, setelah sebelumnya dia mentahdzir Ihyaut Turats. Namun dia lupa, dan pura-pura lupa akan fikrah Jum’iyyah ini serta tahdzir para ‘ulama terhadapnya. Sebaliknya, malah berpegang dengan fatwa-fatwa ceroboh/tidak jelas, oleh pihak-pihak yang meremehkan bahwa bid’ah dan ahlul bid’ah.

Aku bertanya kepada Syaikhuna (Guru kami), “Ada seorang yang meremehkan bahaya ahlul bid’ah.”

Maka beliau menjawab, “Orang ini tidak paham, orang ini sok tahu, bagaimana bisa dia meremehkan bahaya ahlul bid’ah?”

Maka berhati-hati dan waspadalah wahai Salafiyyun.

Jangan kalian tertipu dengan Jum’iyyah yang sesat ini, seperti orang-orang yang dihiasi oleh syaithan amal-amal jeleknya.

Kita memohon kepada Allah agar senantiasa dikokohkan di atas agama-Nya sampai kita berjumpa dengan-Nya.

Ditulis oleh Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=144897

About admin

Jika kata tak lagi bermakna lebih baik diam. (Masih) belajar Islam yang lurus dan benar. Cuma numpang sebentar di dunia. Silahkan duduk mari bicara. Lihat semua pos milik admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: